Medikacare

Batuk Kering Mengganggu? Ini 6 Cara Mudah untuk Mengatasinya

Batuk Kering Mengganggu? Ini 6 Cara Mudah untuk Mengatasinya
Batuk kering sering datang tanpa diundang dan terasa sangat mengganggu. Tidak seperti batuk berdahak yang biasanya disertai lendir, batuk jenis ini justru membuat tenggorokan terasa gatal, perih, dan seperti ada yang mengganjal. Sensasinya seolah ada sesuatu yang ingin dikeluarkan, tetapi tidak ada dahak yang keluar. Kondisi ini bisa dipicu oleh polusi udara, ruangan ber-AC yang terlalu kering, alergi, atau sisa batuk setelah sembuh dari flu. Jika dibiarkan, batuk kering dapat membuat tenggorokan semakin iritasi, mengganggu waktu tidur, bahkan menyebabkan dada terasa sakit. Untungnya, ada beberapa cara alami yang bisa dicoba di rumah untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut tanpa harus langsung bergantung pada obat kimia. 1. Perbanyak Minum Air Putih Hangat Langkah paling sederhana namun paling sering dilupakan adalah menjaga tenggorokan tetap basah. Bayangkan tenggorokan Anda seperti tanah kering yang pecah-pecah; ia butuh air untuk kembali elastis. Minum air putih hangat akan membantu melumasi selaput lendir yang kering dan meredakan rasa gatal yang memicu batuk. Suhu hangat juga membantu melancarkan aliran darah di area leher sehingga otot-otot pernapasan jadi lebih relaks. Hindari air es atau minuman bersoda untuk sementara waktu, karena suhu dingin dan karbonasi justru bisa membuat tenggorokan semakin teriritasi dan memicu kontraksi batuk yang lebih hebat. 2. Minum Madu Alami Madu adalah salah satu "obat dewa" yang sudah diakui kehebatannya sejak zaman dulu untuk urusan tenggorokan. Tekstur madu yang kental dan lengket berfungsi seperti lapisan pelindung atau "plester" alami yang menyelimuti dinding tenggorokan Anda. Lapisan ini akan menghalangi debu atau udara luar agar tidak langsung menyentuh area yang luka. Anda bisa langsung meminum satu sendok makan madu sebelum tidur, atau mencampurkannya ke dalam segelas air hangat dengan perasan jeruk nipis. Selain menenangkan batuk, madu juga punya kandungan antibakteri yang bisa membantu melawan kuman penyebab iritasi. 3. Rutin Berkumur dengan Air Garam Meskipun rasanya mungkin tidak enak, berkumur dengan air garam adalah cara medis yang sangat masuk akal untuk meredakan batuk kering. Garam memiliki sifat menarik cairan, sehingga bisa membantu "mengempeskan" bengkak pada jaringan tenggorokan yang meradang. Caranya cukup mudah, campurkan setengah sendok teh garam dapur ke dalam segelas air hangat, lalu dongakkan kepala dan berkumurlah di pangkal tenggorokan selama 30 detik. Lakukan ini secara rutin, setidaknya tiga kali sehari, agar kuman-kuman di area mulut ikut terbuang dan rasa nyeri perlahan berkurang. 4. Atur Kelembapan Udara Ruangan Sering kali kita tidak sadar bahwa penyebab batuk kering yang tidak kunjung sembuh adalah udara di dalam kamar sendiri. Jika Anda tidur dengan AC menyala sepanjang malam, udara akan menjadi sangat kering dan menyedot kelembapan alami dari tenggorokan Anda. Gunakanlah alat pelembap udara (humidifier) jika ada. Kalau tidak punya, Anda bisa meletakkan baskom berisi air hangat di pojok ruangan atau di bawah aliran udara agar airnya menguap dan membasahi udara sekitar. Udara yang lembap akan membuat napas terasa lebih plong dan tenggorokan tidak mudah terangsang untuk batuk di malam hari. 5. Jauhi Makanan Berminyak dan Pedas Selama batuk kering melanda, lidah mungkin ingin makanan yang gurih dan pedas, tapi tenggorokan Anda pasti menolaknya. Makanan yang digoreng (gorengan) biasanya mengandung minyak jenuh yang bisa meninggalkan residu di tenggorokan dan memicu rasa gatal yang makin parah. Begitu juga dengan makanan pedas atau asam yang bisa memicu asam lambung naik ke kerongkongan (refluks). Percaya atau tidak, banyak kasus batuk kering kronis sebenarnya disebabkan oleh iritasi asam lambung. Jadi, sebaiknya makanlah makanan yang lembut dan berkuah seperti sup hangat agar tenggorokan tidak "bekerja keras" saat menelan. 6. Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi Batuk kering biasanya menjadi lebih ganas saat kita berbaring rata di kasur. Hal ini terjadi karena gaya gravitasi membuat cairan atau iritan lebih mudah menekan saluran pernapasan kita. Untuk menyiasatinya, cobalah tidur dengan menggunakan dua atau tiga bantal agar posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut. Posisi ini membantu menjaga jalan napas tetap terbuka dan mencegah asam lambung naik ke tenggorokan. Dengan posisi tidur yang tepat, Anda memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat total dan mempercepat proses penyembuhan jaringan yang rusak.

Artikel Lain

Ikan Gabus Bisa Mempercepat Penyembuhan Luka ? - Medikacare
Ikan Gabus Bisa Mempercepat Penyembuhan Luka ? - Medikacare
Ikan Gabus Si Pemakan Segala dan dapat bernafas di Udara - Medikacare
Ikan Gabus Si Pemakan Segala dan dapat bernafas di Udara - Medikacare
Cara mengatasi hemoroid - Medikacare
Cara mengatasi hemoroid - Medikacare
Cara mengatasi infeksi luka pasca operasi caesar - Medikacare
Cara mengatasi infeksi luka pasca operasi caesar - Medikacare
No comments yet. Be the first to comment!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB